Hari Perempuan Se Dunia : Peranan KOPRI Menuju Kejayaan Islam dan NKRI
Oleh: Syahril Abdillah
Kader PMII Kabupaten Bangkalan
KOPRI dan Perjuangannya
"Sinergitas Sahabat dan Sahabati dalam berproses menuju kejayaan islam dan NKRI"
( merefleksi hari perempuan se Dunia)"
Pada hari rabu tanggal 08 maret 2017, perempuan sedunia memperingati hari kebangkitan perempuan sedunia.
Peringatan hari perempuan ini tidak lepas dari peran dan fungsi kaum perempuan dalam memberikam kontribusi terhadap kamajuan bangsa dan negara baik regional maupun internasional.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang lahir pada tahun 1960-an berusaha dengan sekuat tenaga menjadi wadah yang profesional untuk menampung mahasiswa islam yang mau berproses di perguruan tinggi, dengan berpegang teguh terhadap nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan sesuai dengan tujuan PMII (lihat ad/art PMII BAB VI pasal 4), Anggota dan kader PMII tidak hanya terdiri dari laki-laki (Sahabat), melainkan juga dari perempuan (Sahabati), dalam rangka merealisasikan tujuan PMII maka pengurus organisasi yang secara kultur ini adalah putra/putri yang lahir dari tubuh NU berusaha keras untuk tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan untuk berproses.
Selain itu, PMII membentuk wadah khusus bagi para sahabati (panggilan khas PMII terhadap perempuan) untuk mengembangkan daya nalar dan kritisnya di dunia mahasiswa (kematangan intelektual), kecakapan, berbudi luhur, mempertanggung jawabkan ilmu pengetahuannya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan nama semi otonom Kopri.
Di Kabupaten Bangkalan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berusaha berpegang teguh dan komitemen untuk merealisasikan cita-cita PMII.
Semi otonom yang di pimpin oleh sahabati Anis di bawah komando intruksi dan koordinasi Ketua Umum PC. PMII Bangkalan beserta sahabat/i yang lain harus bersatu padu dan saling bersinergi dalam melawan ketidak adilan, memberantas kebodohan serta memperjuangkan hak-hak rakyat yang di yakini oleh mahasiswa sebagai salah satu jihad yang suci demi mencapai maslahatul mursalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, kopri PC. PMII Bangkalan harus mampu menjawab tantangan masyarakat, khususnya perempuan demi mencapai hak-haknya sebagai warga negara dan kesamaan derajat dalam konteks hak dan kewajiban, serta mampu memberikan kontribusi yang menggiring terhadap perubahan ke arah yang lebih baik dan bermartabat.
Di hari kebangkitan kaum perempuan ini, setidaknya mampu memberikan sebuah semangat dan formulasi baru bagi perempuan (sahabati) dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa dan mampu bersaing dalam kancah internasional.
Tahun 1857 dan 1911 di yakini oleh dunia barat, terlebih eropa sebagai hari kebangkitan bagi perempuan. Walaupun sejak zaman kenabian ada juga perempuan mampu memegang sistem pemerintahan seperti ratu bilqis yang akhirnya di taklukkan oleh nabi sulaiman, namun nabi sulaiman tidak mendiskreditkan atau mengusirnya, malah keduanya bersinergi dan bersanding saling melengkapi menjadi raja dan ratu.
Oleh karena itu, sahabati PC. PMII Bangkalan harus mampu bersaing di bidang kematangan intlektua, kecakapan, dan mampu menjadi sosok perempuan yang bisa di jadikan suri tauladan bagi perempuan layaknya istri istri para.nabi.
Berproseslah sahabati dan saling bersinergi satu sama lain dengan sahabat yang ada. Hanya berjalan beriringanlah kita akan paham akan sebuah arti kehidupan bersama.
Perempuan adalah tiang, sesuai dengan sabda nabi, begitu pula perhiasan. Mari wahai kaum hawa, tunjukkan semangat dan kegigihan yang bersemayam dalam diri kalian, jangan takut, asalkan masih berpegang tegung terhadap aturan aturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta agama yang di yakini kebenaran.
Salam pergerakan
![]() |
| KETUA KOPRI PC. PMII BANGKALAN |


Komentar
Posting Komentar