Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

PMII Antara Peran dan Persepsi

Gambar
Seringkali dikaitkan dengan sosiopolitik  PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) seakan masih meradang dengan konsep pergerakannya hingga kini, sistem menghardik kader menjadi kritis ini merupakan kultur yang masih tetap terjaga hingga saat ini, semenjak didengungkannya PMII tidak lagi menyatu ditubuh NU secara struktural nampaknya menimbulkan banyak praduga-praduga nakal tentang arah gerakan PMII. Pola terapan yang mengarahkan pada kekuasaan dan pragmatisme nampaknya menjadi presepsi dari sebagian kader yang tidak terpuaskan di PMII (sampel  lokal) keberadaan kader tidak lagi menjadi prioritas untuk PMII secara fungsional, dan hanya menjadikan kader sebagai massa dalam merebut kekuasaan yang disebut tidak memberikan keuntungan untuk mereka. Anggapan ini tentu menurunkan kredibilitas PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang ber ideologikan aswaja, pasalnya mahasiswa hanya akan mengenal pmii sebagai parpol (partai politik)  kampus untuk  mensukses...

Urgensi Keberadaan PMII Dalam Mengawal Dinamika Politik Di Bangkalan

Gambar
Alhamdulillah. Tepat di hari senin, bertepatan pada tanggal 17 April 2017, Organisasi PMII di umurnya yang ke 57 tahun, tetap menjadi organisasi yang konsisten dalam memberikan kontribusi terhadap semua hal yang berhubungan dengan hiruk pikuk persoalan bangsa. PMII tetap menjadi garda terdepan dalam ke-ikut-andilan dalam memberikan responsif yang solutif terhadap problema-problema yang kemudian bermunculan di permukaan. Dan hal ini bukanlah suatu hal yang perlu kita herankan, ataupun kita pertanyakan, karena PMII pada hakekatnya adalah sebuah organisasi yang salah satunya mempunyai tujuan untuk berkomitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dan hal ini dapat menunjukkan bawa Sifat keindonesiaannya PMII jelas semakin tumbuh dan mengakar dalam diri PMIInya. Mungkin tak perlu kita mendeskripsikan lebih detail, bahwa Hiruk pikuk dan carut marut dunia perpolitikan Indonesia khususnya di Bangkalan, tetap menjadi kasus besar  dan beraneka ragam yang perlu adanya se...

Barisan PMII Cerahkan Bangkalan

Gambar
Kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya. Karena merekalah yang akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam kontes kehidupan. Jika para pemuda dalam suatu negara mengalami kerusakan moral dan agama, maka nasib bangsa perlu dikhawatirkan. Bagaimanapun, pemuda adalah kader bangsa yang harus dibina dengan segala bentuk pendidikan, baik pendidikan kejiwaan (Psikologi) sampai pendidikan politik. Jangan sampai pendidikan yang dirancang dan dilaksanakan oleh negara tidak memerhatikan masa depan para pemudanya. Begitu juga dengan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) bangkalan, harus memiliki pengetahuan luas dan amal sejati demi mewujudkan bangkalan menjadi daerah atau kabupaten yang sejahtera, bersih dan berdaulat.  PMII merupakan organisasi independensi, artinya bahwa segenap pola perilaku dan berbagai pilihan peran yang hendak diambil, adalah berdasarkan pada kebenaran, dan obyektif seperti yang diyaki...

Refleksi Cita-Cita PMII Dan Gerakan Intelektual

Gambar
“Terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab  mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan indonesia” Membaca kembali dan menginterpretasi ulang cita-cita besar yang termaktub dalam tujuan PMII adalah kewajiban individu yang harus dilakukan oleh anggota dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. kalimat yang menjadi pembuka dari wacana ini di atas adalah tujuan yang sebagaimana termaktub dalam AD/ ART PMII BAB IV pasal 4 yang fenomenanya pada saat ini masih banyak anggota atau kader pmii melupakannya. Jika kita menilik sedikit secara historis, PMII hadir ke hadapan mahasiswa Nahdhiyyin akibat dari kegalauan dan keinginan mahasiswa NU untuk memiliki tempat berproses dan beraktifitas pada saat awal pra pembentukannya. dikarenakan wadah berjuang dan berproses yang mengusung cita-cita luhur bagi mahasiswa NU di perguruan tinggi pada saat itu belum dimiliki sama sekali. hanya s...