PMII Antara Peran dan Persepsi
Seringkali dikaitkan dengan sosiopolitik PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ) seakan masih meradang dengan konsep pergerakannya hingga kini, sistem menghardik kader menjadi kritis ini merupakan kultur yang masih tetap terjaga hingga saat ini, semenjak didengungkannya PMII tidak lagi menyatu ditubuh NU secara struktural nampaknya menimbulkan banyak praduga-praduga nakal tentang arah gerakan PMII. Pola terapan yang mengarahkan pada kekuasaan dan pragmatisme nampaknya menjadi presepsi dari sebagian kader yang tidak terpuaskan di PMII (sampel lokal) keberadaan kader tidak lagi menjadi prioritas untuk PMII secara fungsional, dan hanya menjadikan kader sebagai massa dalam merebut kekuasaan yang disebut tidak memberikan keuntungan untuk mereka. Anggapan ini tentu menurunkan kredibilitas PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang ber ideologikan aswaja, pasalnya mahasiswa hanya akan mengenal pmii sebagai parpol (partai politik) kampus untuk mensukses...