Urgensi Keberadaan PMII Dalam Mengawal Dinamika Politik Di Bangkalan



Alhamdulillah. Tepat di hari senin, bertepatan pada tanggal 17 April 2017, Organisasi PMII di umurnya yang ke 57 tahun, tetap menjadi organisasi yang konsisten dalam memberikan kontribusi terhadap semua hal yang berhubungan dengan hiruk pikuk persoalan bangsa. PMII tetap menjadi garda terdepan dalam ke-ikut-andilan dalam memberikan responsif yang solutif terhadap problema-problema yang kemudian bermunculan di permukaan. Dan hal ini bukanlah suatu hal yang perlu kita herankan, ataupun kita pertanyakan, karena PMII pada hakekatnya adalah sebuah organisasi yang salah satunya mempunyai tujuan untuk berkomitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dan hal ini dapat menunjukkan bawa Sifat keindonesiaannya PMII jelas semakin tumbuh dan mengakar dalam diri PMIInya.

Mungkin tak perlu kita mendeskripsikan lebih detail, bahwa Hiruk pikuk dan carut marut dunia perpolitikan Indonesia khususnya di Bangkalan, tetap menjadi kasus besar  dan beraneka ragam yang perlu adanya sentuhan perbaikan dari siapapun yang peduli akan tatanan pemerintahan, Baik dari masalah ketidak adilan, korupsi dan hal-hal lain yang semuanya berimbas terhadap kesejahteraan rakyat-rakyat kecil. Keadilan memang semakin pincang, dan para koruptor semakin tega merampas sesuap nasi rakyat kecil yang sudah di tangan. Maka bukan sebuah hal yang mustahil, jika yang berkuasa semakin jaya dan kaya, dan yang meminta keadilan semakin kelaparan di bawah sepatu-sepatu para Tuan. Dan hal-hal inilah yang membuat PMII Bangkalan tetap mengibarkan benderanya guna mungusut tuntas problema yang ada, serta  tetap berkomitmen dalam memperjuangkan cita-cita NKRI.

Sangat banyak bukti bahwa keberadaan PMII Bangkalan selalu menjadi garda terdepan sebagai social control, dan menjadi wakil suara rakyat yang bersuara Tuhan, karena memang landasan dari PMII itu sendiri adalah Pembela bangsa penegak agama. Melihat landasan nilai pergerakan, dan sejarah lahirnya organisasi PMII, maka dapat disimpulkan bahwa PMII diciptakan untuk membela bangsa, dan menegakkan agama. Hal tersebut tercermin dengan sikap, dan arah perjuangan PMII saat ini.

Salah satunya yaitu, tepat pada hari Selasa (10/01/2017), PMII Bangkalan mendesak bupati untuk mengklarifikasi. Terkait jarangnya masuk kantor, juga Struktur Organisasi (SO) baru yang tidak kunjung direalisasikan, yang membuat rakyat Bangkalan sengsara, dan para PNS yang belum   juga digaji. Nah, disitu Sahabat-sahabati PMII melakukan advokasi dan memberikan pendampingan Hukum. Hal ini tentu membuat rakyat kecil merasa tidak sendirian dan merasa dilindungi.

Bukan hanya itu, di waktu yang berbeda, PMII Bangkalan lagi-lagi menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bangkalan, Mereka mendesak Kejari mengusut tuntas berbagai kasus korupsi di kabupaten Bangkalan. 

Dimana mereka meminta agar secepatnya kejari mengusut tuntas kasus terkait pengadaan barang dan jasa Rp. 3,2 Miliar, korupsi proyek taman paseban Rp. 525 Juta, proyek jalan kembar Rp. 422 Juta, dan program verikasi dan fasilitasi kebutuhan RTS feminisasi kemiskinan 2.500.000/KK. Mereka juga menyampaikan bahwa pemerintah Bangkalan saat ini mengemban banyak PR yang semakin menumpuk, mulai dari SOTK yang belum dilantik, SKPD yang sudah kadaluarsa, RAPBD yang belum disahkan dan PNS yang tidak digaji berbulan-bulan.


Tentu, hal diatas hanyalah sebagian kecil dari sebegitu banyak perjuangan PMII dalam membela rakyat dan kedaulatan bangsa Indonesia. Namun, sekecil apapun kontribusi itu, haruslah tetap ditulis, dikenang dan kita berikan apresiasi. Ini bukan untuk membanggakan, apalagi menyombongkan. Hal ini lebih mengarah pada memperkuat gerakan PMII itu sendiri yaitu tetap istiqomah dengan tujuan awal didirikannya organisasi Islam ke-Indonesiaan yaitu terciptanya keadilan, bangsa yang berdaulat, dan kemerdekaan yang hakiki.

Di umur PMII yang ke 57 tahun, sudah tidak bisa dikatakan organisasi yang muda, ada banyak harapan yang kemudian muncul sekaligus menjadi do'a untuk PMII Bangkalan kedepannya. Pertama, PMII Bangkalan diharapkan tetap menjadi organisasi yang tetap dan konsisten dalam triloginya. Mungkin usia itu sudah mulai tua, tapi semangat untuk terus berbakti untuk negara dan bangsa tetap menyala hebat layaknya api yang membara. Kedua, PMII Bangkalan tetap menjadi organisasi yang terdepan dalam ranah responsif, yaitu dalam ranah problema bernegara dan berbangsa, tetap menjadi pejuang rakyat, dan yang dapat mewakilkan suara rakyat.  menjadi pemangku pemegang kebijakan-kebijakan diberbagai lini seperti Anggota Dewan, Kepala Badan, Menteri, dan Pemimpin bangsa. Sehingga, apa yang selama ini diperjuangkan PMII dapat terwujud secara utuh.


Terakhir, tetaplah menjadi organisasi yang tegak berdiri dalam satu barisan. Tidak pernah ada istilah mundur satu langkah karena itu merupakan suatu penghianatan besar terhadap jati diri berorganisasi. Tetaplah tangan terkepal dan maju ke muka. Karena jika bukan kita, siapa lagi??.

.
Oleh: Aminullah adalah sahabat STIT AL-Ibrohimy, aktif juga dalam dunia litrasi, dan sudah dua buku yang telah diterbitkannya. 082337963094

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentengi Ancaman Radikalisme PMII Bangkalan Gelar Gerakan PMII Mengaji

Prihatin Kondisi Bangkalan, Aktivis PMII Demo Bupati

Muspimcab PMII Bangkalan Diharap Membentuk Sistem Yang Baik