57 tahun PMII Untuk Bangsa, Negara dan Agama


Oleh: syahril abdillah

(Ketua II PC. PMII Bangkalan)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia saat ini sudah berusia 57 tahun, sejak 1960-2017 bukanlah waktu yang sebentar dan harus melewati rintangan dan tantangan yang sangat berwarna serta menantang.

Namun bendera PMII tetap selalu berkibar dan akan selalu dikibarkan oleh generasi bangsa yang mengatasnamakan kader PMII.

Bangsa Indonesia adalah bangaa yang pluralis, bangsa yang religius, bangsa yang cinta kedamaian, bangsa yang mempunyai cita cita luhur serta menjungjung tinggi nilai nilai kemanusiaan yang harus dijaga dan diperjuangkan  sampai hari kiamat.

PMII yang lahir dari tubuh nahdlotul ulama pada 57 tahun yang lalu sampai saat ini tetap meyakini bahwa Indonesia adalah negeri yang harus dijaga dari rongrongan kaum imprialis-kapitalis. Kekayaan bangsa ini bukanlah sedikit, melainkan melimpah dan menghampar dibumi Indonesia. Keberagaman bangsa ini mulai dari suku keberagaman suku bangsa, etnis, ras, agama, budaya dan bahasa adalah sebuah anugerah yang harus dijaga dan dilestarikan sampai akhir masa, belum lagi kekayaan alam yang menghampar luas dari pertanian, perternakan, migas, mas, rotan dan lain lain merupakan hak mutlak bangsa Indonesia dan diperuntukkan bagi kepentingan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Jika dulu pahlawan bangsa berjuang melawan kekejaman kaum penjajah selama dua setengah abad lebih dengan berbagai cara demi mencapai sebuah kemerdekaan. Dimana pada waktu itu dari perbedaan suku bangsa dan lain semacamnya bersatu demi meraih sebuah kemerdekaan. PMII lahir setelah merdeka dari tubuh NU juga berjuang mempertahankan keutuhan NKRI dan merealisasikan cita cita kemerdekaan yang telah dirumuskan oleh funding father bangsa dan para tokoh tokoh kiai dan ulama demi kemaslahatan bersama.

Cinta tanah air adalah sebagaian dari iman". Istilah ini adalah pendorong utama bagi semua kader PMII untuk tetap berjuang demi NKRI berlandaskan nilai nilai yang sudah mendarah daging bagi bangsa I
ndonesia dan nilai.nilai agama islam  yang diyakini kebenarannya.

saat ini, masalah agraria menjadi sebuah problem yang berkepanjangan di bangsa ini, belum lagi masalah perpolitikan yang menjadikan rakyat dalam sebuah kepentingan sesaat,  perampasan hak marak di pertontonkan, korupsi tambah menjadi jadi, narkotika menyabar luas dan meracuni generasi bangsa. Hal ini menjadi tantangan bagi kita sebagai kader PMII untuk selalu menjaga NKRI dari kwhancuran.

Di tahun 2017, tepatnya pada tangal 17 april ini, PMII berusia 57 tahun. Dan pada usia yang sudah tua ini, semoga semangat untuk berjuang dalam rangka membela hak-hak rakyat yang ditindas, dirampas dan diperkosa oleh kaum kaum yang tidak bertanggung jawab tetap eksis dan intent serta mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI.

Mari kita bersatu dan saling mengepalkan gangan demi kepentingan umat, bangsa, negara dan agama. Tidak ada kata mundur apabila bangsa ini ditindas dan dirampas haknya. Hanya satu kata yang pantas kita katakan, lawan.

Kader-kader PMII tidak gentar melawan siapapun demi bangsa dan agama, demi menegakkan yang benar dan menghancurkan kebusukan.

Semoga pada usia 75 tahun ini, PMII tetap jaya, NKRI tetap utuh dan islam tetap menjadi agama yang bisa menebarkan rahmat bagi alam semesta.

Sekali bendera dikibarkan, hentikan ratapan dan tangisan. Tangan terkepal dan maju kemuka. Mundur satu langkah adalah sebuah bentuk penghianatan.

Salam pergerakan.

Wallahul muwaffieq ilaa aqwamiet thariq.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentengi Ancaman Radikalisme PMII Bangkalan Gelar Gerakan PMII Mengaji

Prihatin Kondisi Bangkalan, Aktivis PMII Demo Bupati

Muspimcab PMII Bangkalan Diharap Membentuk Sistem Yang Baik