Pengurus Komisariat PMII UTM Saat ini melakukan diskusi online

Pengurus Komisariat Pmii Utm saat ini melakukan diskusi online
dengan tema "Terorisme mengancam Keamanan Indonesia"

Tema ini muncul dilatarbelakangi oleh kejadian serangan teror Bom di Kampung Melayu, Jakarta timur.

"Saya perintahkan untuk mengejar sampai ke akar akarnya karena kita tahu korban yang ada, ini sudah keterlaluan" kata (pernyataan Presiden Joko Wi)

Diskusi diawali dengan pertanyaan yang disampaikan oleh sahabati Musrifah (Ketua Kopri)
"Coba kita berfikir kritis, mengapa moment" bom dan hal yang berbau sara itu selalu datang ketika runyam nya masalah politik di negeri ini ? "

Sedikit  mendapat sindiran dari Sahabat Ruli (Ketua Komisariat UTM) sebagai stimulus
"Makanya kader PMII diajari ansos dan reksos, supaya tau bagaimana penguasa memainkan peran, Penguasa  Pemilik Modal Media Massa"

"Berarti ini adalah pengalihan isu yang sampai memakan korban"
ini lucu (#Sahabat Halimi) mencoba mencoba memberikan stimulus supaya diskusi lebih hangat dan terarah.

Kemudian muncullah analisa baru dari Sahabati Musrifah
" Iyess kalian paham parpol mana sekarang yang tersudutkan? Dan kasus sekrang juga sedikit banyak memelintir kasus sara hingga melibatkan para habaib, tentu disini jelas ada permainan elit tentang bom yang (saya kira memang sengaja bayaran) bukan lagi berjihad, efek nya 1. Muslim lagi" tercoreng dengan yang namanya Teroris, 2. Kasus ahok sedikit banyak akan mulai di lupakan oleh media karena sudah fokus ke kasus bom melayu, siapa ahok? Kaum chines, Komunis, dan PDIP, siapa presiden kita? Jokowi oke mari analisa"

Disambung dengan pertanyaan lagi dari sahabat Rofiki
"Jika kekerasan sekarang sudah menjadi senjata untuk berpolitik lantas apa bedanya mereka dengan kelompok teroris?"

Sahabat Ruli menegaskan dan mengarahkan diskusi
"Analisa dari segala arah,
Kenapa lagi" kaum cina dijadikan alasan, padahal apabila islam dg cina menyatu, maka akan menjadi kekuatan yg luar biasa, jelas ini akan menjadi musuh kaum kapitalis, sampai kapan pun pemerintatah jokowi tidak akan pernah aman"
Refleksi kembali, antara blok barat dan blok timur
Kemudian dimana posisi Indonesia yg dikomandoi oleh soekarno, disitulah kita akan tau geopolitik, geoekonomi dan geostrategi Indonesia, yang kemudian akan menjadi pemahaman Wawasan Nusantara

Diskusi mulai tidak terarah, kemudian diarahkan lagi oleh sahabat Ruli
"Kita coba kembali ke ini (statemen Musrifah diatas).
Alhamdulillah berkat berbagai rekayasa sosial yang dibuat oleh penguasa, kasus e-ktp semakin tenggelam, kasus Habib Rizieq jauh dari sorotan, dan lagi" rakyatlah yang menjadi korban segala lini"

Sahabat Imam mencoba berpendapat
"Setidaknya kita selalu mengawasi setiap aktifitas masyarakat sekitar agar tidak tumbuh bibit terorisme di sana, mencegah lebih baik daripada mengobati"

"Kembali lagi ke analisis  pak kom, jika kita hanya melihat dari satu sisi maka akan mudah untuk menyimpulkan. Ingat juga kelompok2 teroris seperti isis skrg sudah di tentang di negara asalnya pun di negara2 lain".
Sambung sahabat Rofiki

Pak Kom
sedikit menyinggung media
"Gak ada ceritanya media itu netral, pasti ada kepentingan, entah kepentingan ideologi atau penguasa"

Dilanjutkan statemen Ibu Kopri dengan nada sinis
"Aah media dulu idola banget pengen jadi wartawan tapi semakin berkembang teknologi semakin bobrok saja insan media"

Sahabat Rofiki berusaha menjawab tapi dengan nada sindiran
"Harus jadi orang besar dlu kalau mau menyetir media. Kembali lagi, org kecil cuma bisa menganalisa dan berdiskusi alot."

"Lagi lagi idelogi bangsa yg jadi tunggangan"
Tegas sahabat Rofiki

"Masihkan pancasila menjadi ideologi tunggal nkri? Melihat kondisi bangsa saat ini"
Pertanyaan muncul dari Pak Kom

Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan sikap
"Aahh Pancasila sebagai ideologi tunggal sekarang hanya sebagai doktrin waktu di bangku sekolah , Pancasila katanya ideologi, masak ideologi hanya selesai diucapan, mestinya ideologi itu mempengaruhi segala sistem kehidupan".

Terakhir Ketua Komisariat Pmii UTM sedikit menyinggung
kampus tercinta kita

"Sekarang gak ada lagi Pendidikan 4 Pilar Kebangsaan di kampus UTM, bahkan di kampus" yang lain, maka semestisnya ini yang menjadi kritik bagi para pimpinan universitas, jadi jangan heran kalau dalam aksi kemarin banyak mahasiswa yang apatis

25 Mei 2017, 19.00-21.00

#PMII KOM UTM
Bu : Halimi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bentengi Ancaman Radikalisme PMII Bangkalan Gelar Gerakan PMII Mengaji

Prihatin Kondisi Bangkalan, Aktivis PMII Demo Bupati

Muspimcab PMII Bangkalan Diharap Membentuk Sistem Yang Baik